Brilio. net – Don’t judge book by cover, salah satu istilah yang harus selalu kita tanamkan pada diri kita untuk tidak memandang sebelah mata siapapun, termasuk para pedagang kaki lima yang setiap hari menjajakan dagangannya di jalanan.

Jangan lengah loh, beberapa pedagang kaki lima tersebut ternyata memiliki bakat tersimpan. Salah satunya adalah penjual bubur kacang hijau di Surabaya yang ternyata fasih berbahasa Jepang.

Dilansir brilio. net dari akun @nexs. japanescenter, Minggu (27/9), dalam video tersebut, tampak pria berbaju putih itu sedang mengenalkan dirinya. Pria tersebut ialah Faiz Tosal.

“Dapat kiriman dari satu diantara kawan mimin, ‘tadi waktu bersetuju ke BG junction aku bulevar lurus arah Kranggan depan toko BATA orangnya jual bubur, ” tulis dalam caption tersebut.


Loading…


Dalam video tersebut, Faiz menceritakan awal mula dirinya mampu berbahasa Jepang. Rupanya, kecintaannya kepada bahasa Jepang sudah tertanam sejak kecil. Bahkan usianya menginjak 13 tahun ia sudah bisa membaca huruf hiragana dan katanana.

Setelah beralih remaja, ia merantau ke Bali bersama orangtuanya. Sejak saat itu ia memutuskan untuk mendalami norma Jepang juga bahasa Inggirs.

“Waktu itu enggak sengaja lagi di Kuta terus belajar bahasa Jepang dan Isyarat Inggris. Saya belajar secara otodidak karena saat di Kuta itu saya jadi tourguide para turis, ” ucapnya.

Dalam video itu juga, Faiz menceritakan bahwa setelah lama tinggal di Bali dengan berbagai ragam pekerjaan yang ia tekuni, kesimpulannya Faiz memilih untuk kembali ke tanah kelahirannya di Surabaya dan memutuskan untuk berjualan bubur kacang hijau.

“Jualan bubur ini sudah lebih sebab dua tahun, ” tambahnya.

Hingga saat itu, Faiz menjual dagangannya di Tiang Kranggan. Ia berjualan mulai pukul 13. 30 WIB hingga 22. 00 WIB.

Recommended By Editor