Brilio. net – Setiap daerah, tentu memiliki keunikannya tersendiri. Mulai sejak budaya, alam, hingga makanannya. Tak terkeculi Jakarta, biar hiruk pikuk gemerlap pokok kota yang serba baru, ternyata masih banyak lho kuliner tradisionalnya yang diminati masyarakat.

Bagi pencinta nyemil tradisional pasti tidak langka dengan telur gabus. Telur Gabus hadir dengan bervariasi nama yang berbeda di area yang berbeda, semacam di daerah Nganjuk, Jawa Timur, camilan ini disebut Bidaran, atau ada serupa yang menyebut Telur Endog Belanak.

Disebut camilan karena makanan itu sangat ringan disantap kapanpun dan dimanapun. Selain itu, kita bisa menemukan camilan ini dimana saja dengan harga yang sangat terjangkau.

Bagi sebagian puak di Indonesia, camilan tersebut biasa disajikan saat melaksanakan suatu acara atau hanya untuk bersantai. Selain sip, proses dan cara membuatnya pun cukup mudah dan sederhana.

ANDA AGAK-AGAK MENYUKAI INI


Saat menyantap suatu makanan, pasti kita hanya mengganyang saja tanpa tau asal usul dari makanan tersebut. Nah kali ini, brilio. net akan mengulik mengenakan asal usul dari telur penutup. Berikut rangkumannya seperti dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (29/8).


1. Nama asli telur gabus.

menjepret: Telur Gabus Kata Emak

Nama asing dari camilan ini ialah telur belanak, yang serupa merupakan nama lain sebab ikan gabus. Jangan taksir penganan ini dibuat dari telur ikan belanak ataupun ikan gabus, ya. Dinamakan kue gabus atau telur gabus, karena bentuknya dasar mirip dengan telur ikan gabus yaitu kecil, lonjong, dan meruncing.

2. Terbuat dari bakal sederhana.

foto: Telur Gabus Kata Oma

Kue telur penutup dibuat dengan bahan pokok tepung kanji, telur, tirta, gula, dan dibentuk memanjang menyerupai telur ikan gabus. Di beberapa daerah lain, telur gabus sering disebut bedaran atau bidaran.

3. Dijadikan sebagai oleh-oleh.

foto: Telur Gabus Sirih Oma

Camilan ini berukuran kecil, tetapi bagian tengahnya agak bengkak, dan runcing di ke-2 ujungnya. Makanan ini juga kerap dijadikan oleh-oleh, & masih banyak peminatnya tenggat sekarang.

4. Memiliki banyak varian mengecap.

foto: Telur Gabus Kata Oma

Kalau sebelumnya kita menikmati telur gabus hanya menemui original keju klasik dan gula aren, kini telur gabus sudah memiliki berbagai varian rasa yang menggoda selera. Salah satunya adalah di Telur Gabus Logat Oma yang menjual telur gabus dengan rasa balado Padang dan telur payau yang digandrungi milenial.

5. Resep warusan keluarga.

foto: Telur Gabus Kata Oma

Saat ditemui kurang waktu lalu, founder Telur Gabus Kata Oma, Furiyanti mengatakan bahwa telur penutup merupakan bisnis yang ia jalani hasil dari warisan keluarganya.

“Cikal bakal bisnis kita tersebut berawal dari resep warisan keluarga yang dibuat oleh ibu saya. Semua berasal dari kepedulian seorang Oma yang ingin menyediakan camilan yang dibuat sendiri dari bahan-bahan alami untuk anak cucunya, sehingga enak, aman, dan higienis, ” ujar Furiyanti belum lama.

Kepedulian yang sama juga ingin dibagikan Furiyanti, namun tidak hanya sebatas kepada keluarganya. Dia ingin menyajikan camilan terbaik untuk masyarakat.

“Akhirnya, kami kembangkan dari bagian produksi serta kemasan agar kualitas produk semakin cara, aman untuk dikonsumsi sebab seluruh masyarakat. Namun, langgeng tidak meninggalkan ciri khasnya, yaitu alami dan autentik warisan Oma, ” pungkasnya.

(brl/far)

Recommended By Editor