Brilio. net porakporanda Beberapa waktu berarakan dunia dihebohkan dengan meninggalnya adam kulit hitam, George Floyd usai lehernya ditindih lutut petugas kepolisian. Meninggalnya pria berusia 44 tahun itu menimbulkan kemarahan banyak bagian terutama masyarakat Amerika Serikat.

Para demonstran pun turun ke jalan untuk menuntut keadilan akan meninggalnya George Floyd. Tak hanya itu saja, tagar #BlackOutTuesday tahu menjadi trending di Twitter masa ratusan individu, saluran TV serta selebritas, mengunggah gambar layar hitam sebagai dukungan bagi keadilan rasial selama protes kematian George Floyd.

Dampak sebab meninggalnya George Floyd memang begitu besar. Tak hanya di Amerika Serikat saja, namun hampir semesta negara ikut menyuarakan keadilan bagi George Floyd.

Seperi diketahui, Derek Chauvin ialah petugas yang menindih leher Floyd dengan lututnya selama hampir sembilan menit. Sementara petugas lainnya berharta di sekitar.


Lulus siapa saja petugas kepolisian dengan bertanggung jawab atas insiden itu?

Loading…


Berikut potret dan bentuk keempat polisi yang terlibat dalam kasus kematian George Floyd, laksana dilansir brilio. sarang dari edition. cnn. com, Sabtu (6/6).

1. Derek Chauvin.

polisi yang telibat kasus pembunuhan George Floyd Istimewa

foto: edition. cnn. com

Perbuatan:

Derek Chauvin, pria yang berusia 44 tahun ini adalah petugas polisi yang menindih leher George Floyd dengan lututnya hingga akhirnya korban meninggal dunia.

Dakwaan:

Derek Chauvin didakwa dengan hukuman pembunuhan tingkat dua. Dia sebelumnya dituntut dengan pembunuhan level tiga dan pembantaian tingkat perut.

Derek Chauvin ditangkap pekan lalu dan ditahan di Departemen Perbaikan Minnesota dalam Oak Parks. Dokumen pengadilan setempat menyebutkan bahwa jaminan pembebasannya dinaikkan menjadi USD 1 juta pada Rabu lalu.

Latar belakang:

Derek Chauvin merupakan petugas penjaga di Departemen Kepolisian Minneapolis selama hampir 19 tahun. Sebelum peristiwa ini, ia sudah mendapatkan 18 kali keluhan dari warga & dua di antaranya berujung secara sanksi ‘tindakan disiplin’.

Arsip keanggotaan yang dirilis polisi menunjukkan pada 2007 silam, adanya keluhan dari seorang wanita yang menyebut Chauvin menyuruhnya menyisih dari mobilnya. Derek Chauvin menggeledah wanita tersebut dan menyuruhnya ke belakang mobil lantaran melanggar hukum kecepatan laju kendaraan.

Seharusnya, itu tak menetapkan dilakukan oleh Derek Chauvin. Pasalnya sebagai petugas kepolisian ia cukup menanyai wanita itu dari asing mobil, tanpa harus menyuruhnya keluar. Laporan itu juga menyebut di saat itu tidak ada rekaman suara dan kamera di dashboard mobil Chauvin tidak diaktifkan.

Chauvin mengakui tempat tidak memeriksa kamera dashboard dalam mobilnya ketika menjalankan tugas periode itu dan dia meninggalkan mobilnya tanpa microphone yang bisa merekam suara kejadian. Dia kemudian memiliki surat peringatan atas kejadian tersebut.

Arsip kedudukan juga menyebutkan, Chauvin pernah direkomendasikan mendapat medali penghargaan atas tindakannya pada dua insiden. Salah utama insiden tersebut adalah ketika tempat terlibat penembakan seorang pria yang menodongkan pistol ke seorang polisi dan dia juga terlibat dalam penembakan seorang pria yang diduga melakukan kekerasan dalam rumah nikah.

Ketika Chauvin melamar pekerjaan di departemen kepolisian, dia mengatakan bahwa dirinya pernah bertugas di Angkatan Darat GANDAR sebagai anggota polisi militer & telah bekerja sebagai petugas pelestarian khusus untuk perusahaan jasa ketenangan perusahaan.

Dalam arsipnya Chauvin juga pernah menyala di restoran cepat saji McDonald’s dan restoran lain pada pertengahan 1990-an. Chauvin sebelumnya pernah menyala sebagai petugas layanan masyarakat di dalam Januari 2001 dan setelah delapan bulan dia dipromosikan menjadi petugas polisi.

2. J Alexander Kueng.

polisi yang telibat kasus pembunuhan George Floyd Istimewa

foto: edition. cnn. com

Perbuatan:

J Alexander Kueng merupakan petugas polisi yang berusia 26 tarikh. Saat itu ia membantu meringkus Floyd bersama Derek Chauvin & Thomas Lane.

Dakwaan:

J Alexander Kueng didakwa membantu tindakan pembunuhan tingkat dua dan bersekongkol atas pembantaian tingkat dua tersebut. Ia ditangkap pada Rabu minggu lalu dan ditahan dengan gadai USD 1 juta.

Latar belakang:

J Alexander Kueng peertama kali diangkat sebagai aparat polisi di Departemen Kepolisian Minneapolis pada Desember lalu. Dia bergabung dengan institusi itu sebagai kadet atau calon perwira pada Februari 2019.

Sebelumnya, departemen kepolisian tidak mendapatkan keluhan apapun mengenai dirinya.

“Ketika insiden Floyd tewas, Kueng sedang bertugas piket dengan ketiga kali. Chauvin adalah petugas sebagai pelatih Kuen, ” cakap Thomas Plunkett, pengacaranya.

J Alexander Kueng menebus gelar sarjana dalam bidang sosiologi dari University of Minnesota. Di surat lamaran kerjanya, Kueng sudah bekerja sebagai detektif keamanan untuk Macy dari 2014 hingga 2017 dan dia juga mendapat order sementara di Target. Dalam lamaran kerjanya dia mengaku bisa berbicara, membaca, dan menulis bahasa Rusia.

3. Thomas Lane.

polisi yang telibat kasus pembunuhan George Floyd Istimewa

foto: edition. cnn. com

Thomas Lane, petugas kepolisian berusia 37 tahun. Saat itu ia menolong meringkus Floyd bersama Derek Chauvin dan J Alexander Kueng.

Dakwaan:

Lane dituntut membantu kegiatan pembunuhan tingkat dua dan bersekutu atas pembantaian tingkat dua. Thomas Lane ditangkap Rabu pekan lulus dengan jaminan USD 1 juta.

Latar Perempuan:

Thomas Lane bergabung dengan Departemen kepolisian sebagai kadet atau calon perwira pada Februari 2019. Lane tidak pernah mendapatkan keluhan apapun sebelumnya.

“Lane baru 4 hari bertugas di kepolisian ketika Floyd meninggal. Lane melakukan barang apa yang menurut dia harus dilakukan sebagai polisi yang baru bekerja selama empat hari, ” kata pengacara Earl Gray.

Thomas Lane merampungkan kuliahnya di jurusan Kriminologi di Universitas Minnesota pada 2016. Setelah itu Lane bekerja sebagai petugas hijau di Hennepin County sebagai asisten masa percobaan.

Sebelumnya Lane pernah bekerja sebagai pelayan dan bartender di beberapa restoran dan menjadi sales pada Home Depot, kata pernyataan dalam surat lamaran kerjanya.

Sebagai sukarelawan Lane sudah membantu anak-anak muda Somalia pada lingkungan Cedar Riverside. Saat itu membantu mereka mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah dan sebagai guru di mata pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan.

4. Tou Thao.

polisi yang telibat kasus pembunuhan George Floyd Istimewa

foto: edition. cnn. com

Perbuatan:

Tou Thao perugas polisi berusia 33 tahun, saat itu ia berdiri di dekat rekan-rekannya kala mereka meringkus Floyd.

Dakwaan:

Thao dituntut membantu tindakan pembunuhan tingkat dua dan bersekongkol untuk pembantaian tingkat dua. Thao bersama Kueng dan Lane ditangkap Rabu pekan lalu dan ditahan dengan jaminan USD 1 juta.

Latar belakang:

Tou Thao telah bergabung di Departemen Kepolisian Minneapolis sejak 2012.

Selama menjadi petugas kepolisian, terekam enam keluhan dalam kasus panti tangga, salah satunya masih di dalam proses, kata ringkasan dokumen kepolisian. Lima kasus lainnya berakhir tanpa sanksi disiplin.

Sebelum menjadi anggota kepolisian, Thao bekerja sebagai penjaga keamanan, satpam di toko swalayan, dan pelatih di McDonald’s. Dia menempuh pelajaran di North Hennepin Community College dan mengambil kuliah diploma dunia penegakan hukum, tapi tidak lolos. Thao mengaku dia bisa berbahasa Hmong (Laos). Di Minnesota ada cukup banyak orang Hmong.

Recommended By Editor