Brilio. net berantakan Penjara seringkali diidentikkan sebagai “neraka dunia”. Tempat berkumpulnya “para pendosa” menjalani hukuman. Yang tak kalah menyakitkan, para warga “Hotel Prodeo” itu kerap distigma sebagai kelompok yang tak memiliki masa ajaran.

Tentu saja stigma tersebut salah kaprah. Buktinya, tak sedikit orang yang malah bisa berubah setelah merasakan hidup di balik jeruji besi. Bahkan tak sedikit pula yang sukses berkreasi selama berada dalam penjara.

Sebut sekadar band Jeera Music yang beranggotakan para penghuni Vila Tahanan (Rutan) Kelas I Cipinang, Jakarta Timur. Berharta di balik jeruji tukul tidak menghentikan kreativitas para-para personel Jeera Music buat berkarya.

Bahkan, band yang digawangi Rido Tomasouw (vokal), Tomi Fauzan (vokal), Onesh (bass), Adama Morris (drum), Kai dan Widi (gitar) ini bakal merilis single Gagasan Hati , satu sebab 10 lagu yang terbentuk dalam full album bertajuk Rasa . Kesepuluh lagu tersebut merupakan Rasa, Bisikan Hati, Tetap Saja, Andari, Kejarlah Mimpimu, Practitioner, Sampai Disini, Get It, Agni Merindu, dan To Be The One.

Lewat lagu-lagu album tersebut, para musisi Jeera Music ingin menyerahkan pesan kepada masyarakat, kalau, penjara tidak dapat mengubah mimpi mereka dan seluruh hal baik di dalamnya. Keterbatasan tidak dapat menahan kebebasan dan eksistensi mereka sebagai musisi.


Penasaran seperti barang apa kelompok musik yang beranggotakan musisi berlabel narapidana itu melahirkan album tersebut? Beserta faktanya.  

1. Lahirnya Jeera Music

Lahirnya grup musik itu tidak terlepas dari latarbelakang dan passion personelnya. Kira-kira dari mereka telah lama berkecimpung di industri irama.

Sebut saja Rido (vokal), yang sebelumnya sudah merilis full album beserta Magic Seaweed, dan Adama Morris, yang pernah bergabung bersama Andra & The Backbone sebagai additional drummer dan juga pernah bersepakat bersama Temper Trap dalam era awal mereka.

Keragaman background musik dari tiap personel, disertai eksplorasi melahirkan karya musik secara nada yang unik terekam di album R ASA . Persamaan background dan passion di negeri musik ini yang kesimpulannya menyatukan dan mendorong itu membentuk Jeera Musik.

2. Semua cara dilakukan di dalam Rutan Cipinang

Proses pembuatan single Bisikan Hati dan seluruh materi lagu pada album Rasa diselesaikan di Rutan Cipinang. Bermodalkan sumber gaya yang ada, mulai dibanding proses workshop, rekaman, mixing, hingga mastering Jeera Irama berhasil merampungkan full album berisi 10 lagu. Peristiwa tersebut tidak mungkin terjadi tanpa adanya inisiatif dan kerjasama pembinaan antara Rutan Kelas I Cipinang serta Yayasan Jeera Indonesia.

3. Tentang cerita, rasa, dan emosi

 

Single Bisikan Hati memiliki tiga bagian aransemen, yakni cerita, rasa, dan emosi yang merupakan rangkuman daya hati dari tujuh musisi yang tengah menjalani era tahanan. Lebih jauh, cara ini menceritakan tentang rangkuman cerita, dan perjalanan spiritual dari masing-masing personil, dan perspektif dan mindset mereka dalam menyikapi dan mematuhi masa sulit di dalam tahanan.

Bisikan Hati dikemas dengan aransemen pop, rock, folk bertempo sedang dibalut vokal lantang mengenai jeritan hati mengenai optimisme para personel.  

“Lagu ini melewati beberapa kemajuan lirik dan aransemen, sampai di tahun 2018 beta masuk penjara, akhirnya lirik Bisikan Absurd rampung. Berantakan muncul ide untuk menayangkan lagu ini bersama kurang teman musisi di sini, karena menurut saya rani ini sangat merepresentasikan rencana, rasa, dan emosi kita sebagai narapidana. Surprisingly mereka berhasil membuat lagu ini jauh lebih bernyawa, maka ajaib, ” ungkap Adama Morris, penulis lirik Bisikan Hati.

4. Buatan bimbingan warga binaan

Single Bisikan Ganjil maupun sembilan lagu yang ada pada album Menemui diproduksi Jeera Musik bersama Bimbingan Kegiatan Rutan Kelas I Cipinang (BIMGIAT) dan Yayasan Jeera Indonesia. Ini merupakan agenda pelatihan dan pembinaan untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk dapat berkolaborasi secara semua pihak dalam berkarya secara  kreatif dan produktif.

“Setiap binaan ataupun narapidana diharapkan dapat tetap mengembangkan diri lewat kegiatan-kegiatan positif guna membangun & memupuk nilai positif untuk mereka. Di mana peristiwa tersebut adalah modal dasar bagi mereka ntuk mengacu hidupnya saat nanti kembali ke tengah masyarakat, ” ujar Kepala Rutan Status I Cipinang, Margono.

5. Perjalanan hangat musisi berlabel tahanan

Zaman mendengarkan single Bisikan Hati dari album Rasa , Tim Management Yayasan Jeera Indonesia juga menyampaikan bahwa karya itu adalah buah dari perjalanan baru bagi teman-teman musisi yang tengah berstatus tahanan untuk membuktikan kepada kelompok luas.

Ini adalah bentuk nyata dari transformasi diri manusia menjadi lebih baik, yang diharapkan selalu dapat mengubah pandangan atau stigma masyarakat terhadap narapidana dan bekas narapidana dengan menyebutkan, “Di penjara ga semuanya orang jahat, dan yang di luar sana ga semuanya orang baik! .

“Melalui karya ini, besar harapan saya agar teman-teman Warga Binaan lainnya serupa tergerak untuk berubah menjelma lebih baik, dan kelompok luas dapat mengapresiasi karya mereka, ” kata Kiki selaku Kasubsi BIMGIAT Rutan Kelas I Cipinang.

Nih Satu Rencana tentang Jeera Musik

Recommended By Editor